Read more... WIRING PANEL LAMPU SWITCH YARD
Internet Time: SemaranG (GMT+7)
|
Y!M : SlameT.WieD slamet.wied@yahoo.co.id ► sms: 081.1270-4422 ◄ ►call: (024)7021-4422 ◄ |
wiwit Maret 2010 |
| × GriYo × EmPeR × Jawa Tengah × Semarang × TiPs × |
بِسْــــــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِي
t=2011-11-27%2000:00:00&j=Tahun Baru %201433 H (1 SURO)
Tampilkan postingan dengan label BTS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BTS. Tampilkan semua postingan
MOULDING GROUNDING BTS
KUMWELL® GRAPHITE MOULDINGs
MOULDING (MOLDING, MOLDS atau cetakan las) merek KUMWELL® yang sudah terkenal terbuat dari bahan graphite dengan kualitas yang baik.
KUMWELL® MOLDING telah mendapat sertifikasi dari Underwriter Laboratory (UL listed) sebagai pengakuan terhadap kualitas tersebut.
MOLDING diperlukan untuk melakukan penyambungan:
dan berat masing-masing tipe ± 1,2 Kg.
Untuk pemesanan atau moulding type lain, silahkan hubungi kami :
nomor HP : 0815.7535-4422 atau
e-mail ke Slamet.Wied@yahoo.co.id
Ilustrasi gambar-gambar sambungan untuk masing-masing tipe tersebut bisa dilihat pada penjelasan katalog produk di bawah ini.
MOULDING (MOLDING, MOLDS atau cetakan las) merek KUMWELL® yang sudah terkenal terbuat dari bahan graphite dengan kualitas yang baik.
KUMWELL® MOLDING telah mendapat sertifikasi dari Underwriter Laboratory (UL listed) sebagai pengakuan terhadap kualitas tersebut.
MOLDING diperlukan untuk melakukan penyambungan:
- Antara kabel tembaga (BC) dan kabel tembaga (BC);
- Antara kabel tembaga (BC) dengan Grounding Rod (stik);
- Antara kabel tembaga (BC) dengan pelat besi /tembaga (BusBar).
-
CR33-C-15550, CR33-C-19270, CR25-C-15550, CR25-C-15570,
CR25-C-19250, CR25-C-19270, CR24-C-15550, CR2-C-19270,
CC2-C-5050, CC2-C-7070, CC4-C-5050, CC4-C-7070, CS3-C-50,
CB2-CL5010010, dll.
dan berat masing-masing tipe ± 1,2 Kg.
Untuk pemesanan atau moulding type lain, silahkan hubungi kami :
nomor HP : 0815.7535-4422 atau
e-mail ke Slamet.Wied@yahoo.co.id
Ilustrasi gambar-gambar sambungan untuk masing-masing tipe tersebut bisa dilihat pada penjelasan katalog produk di bawah ini.
| KUMWELL® | MOLDING Harga semua tipe @ Rp.1.100.000,- |
|---|---|
| KUMWELL
® Type CB4 dipergunakan untuk penyambungan kabel BC
dengan BUSBAR horisontal. Tersedia dengan berbagai kombinasi ukuran kabel BC dan tebal BUSBAR. Pelanggan perlu menentukan ukuran kabel BC dan tebal dari BUSBAR yang akan disambungkan. Ready stock TYPE CB4-C-501005 ( untuk kabel BC ukuran 50 mm persegi dan pelat tebal 5mm) . | |
| KUMWELL
® Type CS3 dipergunakan untuk penyambungan kabel BC
pada permukaan bahan logam datar vertikal (mis. Kaki Tower) | |
| KUMWELL ® TYPE CR33 dipergunakan untuk penyambungan kabel BC dengan Ground Rod ( Cabang 4 ). | |
| KUMWELL ® Type RC25 dipergunakan untuk penyambungan kabel BC dengan Ground Rod ( Cabang tiga). | |
| KUMWELL ® Type CR1 dipergunakan untuk penyambungan kabel BC dengan Ground Rod ( Cabang satu). | |
| KUMWELL ® Type CC2 dipergunakan untuk penyambungan kabel BC dengan kabel BC ( cabang tiga ). | |
| KUMWELL ® Type CC4 dipergunakan untuk penyambungan kabel BC dengan kabel BC ( cabang empat ). | |
| KUMWELL ® Type CC1 dipergunakan untuk penyambungan kabel BC dengan kabel BC. | |
| KUMWELL ® Type RC24 dipergunakan untuk penyambungan dua kabel BC paralel dengan Ground Rod ( Kabel paralel ). | |
| KUMWELL ® Type CR2 dipergunakan untuk penyambungan kabel BC | |
BTS
Kita sering mendengar kata BTS, baik itu dari ucapan seseorang atau dari media. Media massa misalnya paling sering menayangkan berita tentang keberadaan BTS di area pemukiman mendapat banyak protes dari warga sekitar, ataukah beritanya mengenai Menara/Tower BTS yang bisa menjadi salah satu sarana seorang frustasi untuk melakukan aksi bunuh diri dengan memanjati Tower BTS tsb. dan terjun bebas ke bawah (Innalillah..)
Sebenarnya BTS (Base Transceiver Station) bila ditinjau dari segi Arsitektur sebuah Sistem jaringan Selular adalah salah satu SubSistemnya, berfungsi sebagai pemancar dan penerima yang memberikan pelayanan langsung ke Mobile Station / Handphone. Atau merupakan perangkat interface antara Mobile Station dan MSC (Mobile Switching Centre).
2. Perangkat BTS
Untuk GSM ada 2 buah system, yaitu 900Mhz dan 1800Mhz. Dalam sebuah BTS bisa dipasang 900Mhz saja atau dua-duanya. Telkomsel, Indosat, XL, HCPT (3), dan AXIS menggunakan ini.
Sedangkan untuk CDMA biasanya cuma satu saja yaitu CDMA2000-1X, atau CDMA EVDO, bekerja pada frekuensi 800Mhz digunakan oleh Telkom Flexy, Esia, Mobile–8, sedangkan untuk frekuensi 1900Mhz , saat ini digunakan oleh Smart Telecom.
Salah satunya merk nokia, beroperasi pada frekuensi 900 GHz terdapat 6 modul utama
a. PWSB : Power suplai independen perangkat GSM/BTS
b. BB2F : BaseBand/pengatur slot trafik pada bts
c. WCGA : Combiner antara transmiter ke DVJA
d. TSGB : TRX unit,menentukan kanal frekuensi
e. DVJA : Duplexer/output semua sektor, sebagai pemisah antara transmiter dengan receiver
f. M2LA : Sebagai combiner receiver ke DVJA
g. BOIA : Prosesor BTS (bentuk sama dengan BB2F, namun memiliki port penghubung untuk maintenance)
3. Baterei Sebagai backup power ke BTS apabila PLN Padam. Biasanya bisa bertahan sampai 3-4 Jam, tergantung dari Ampere Hour baterei dan Designnya systemnya.
4. Microwave system terdiri atas Indoor unit dan Outdoor unit. Indoor unit berada di dalam shelter memiliki port E1 yang dikoneksikan ke Port E1 BTS melalui DDF. Indoor unit juga mendapat suplai tegangan DC dari rectifier yang sama. Sedangkan Outdoor Unit menempel pada Antenna Microwave. Indoor Unit dan Outdoor unit terhubung menggunakan Coaxial Cable.
5. Antena Sectoral
berbentuk persegi panjang, terpasang pada tower dengan ketinggian tertentu berfungsi sebagai penghubung antara BTS dan HandPhone, ada dua type antenna sectoral, yaitu Monotype, biasa dipakai untuk daerah Rural dan Sub Urban dan Dual type untuk daerah Urban (daerah yg padat penduduk).
6. Antenna Microwave
bentuknya seperti genderang rebana yang menerima atau memancarkan gelombang radio dari BTS ke BSC atau dari BTS ke BTS lainnya.
7. Feeder
sekilas nampak seperti kabel besar, sebagai media rambatan gelombang radio antara BTS dan Antenna Sector. Ukuran ada yang 7/8, 1-5/8 atau ½.
8. Tower
beserta system pentanahannya;
Sebagai media penempatan/penginstalan antenna antenna dan feeder.
9. Shelter
berada di samping tower, tempat untuk menyimpan equipment (No.1 – 6).
Satu lagi,  Site Guard atau landlord, orang yang bertugas merawat dan membersihkan lokasi BTS. Hehehe.
bersambung.. (ngantuk)
Sebenarnya BTS (Base Transceiver Station) bila ditinjau dari segi Arsitektur sebuah Sistem jaringan Selular adalah salah satu SubSistemnya, berfungsi sebagai pemancar dan penerima yang memberikan pelayanan langsung ke Mobile Station / Handphone. Atau merupakan perangkat interface antara Mobile Station dan MSC (Mobile Switching Centre).
Perangkat yang ada pada sebuah BTS | |
| 1. Rectifier Rectifier sebagai penyearah tegangan dari tegangan AC yang berasal dari PLN dikonversikan ke dalam tegangan searah untuk di komsumsi perangkat lainnya. Salah satunya merk PowerOne, terdapat 6 buah modul, yang tiap2 modulnya mensuplai 30 Ampere, karena minimal pemakaian perangkat adalah 45 Ampere, maka paling tidak modul yang berfungsi sejumlah 3 buah modul (60 A). Biasanya Untuk BTS hanya dibutuhkan tegangan DC sebesar +27 Vdc atau -48 Vdc. | ![]() |
Untuk GSM ada 2 buah system, yaitu 900Mhz dan 1800Mhz. Dalam sebuah BTS bisa dipasang 900Mhz saja atau dua-duanya. Telkomsel, Indosat, XL, HCPT (3), dan AXIS menggunakan ini. Sedangkan untuk CDMA biasanya cuma satu saja yaitu CDMA2000-1X, atau CDMA EVDO, bekerja pada frekuensi 800Mhz digunakan oleh Telkom Flexy, Esia, Mobile–8, sedangkan untuk frekuensi 1900Mhz , saat ini digunakan oleh Smart Telecom.
a. PWSB : Power suplai independen perangkat GSM/BTS
b. BB2F : BaseBand/pengatur slot trafik pada bts
c. WCGA : Combiner antara transmiter ke DVJA
d. TSGB : TRX unit,menentukan kanal frekuensi
e. DVJA : Duplexer/output semua sektor, sebagai pemisah antara transmiter dengan receiver
f. M2LA : Sebagai combiner receiver ke DVJA
g. BOIA : Prosesor BTS (bentuk sama dengan BB2F, namun memiliki port penghubung untuk maintenance)
3. Baterei Sebagai backup power ke BTS apabila PLN Padam. Biasanya bisa bertahan sampai 3-4 Jam, tergantung dari Ampere Hour baterei dan Designnya systemnya.
4. Microwave system terdiri atas Indoor unit dan Outdoor unit. Indoor unit berada di dalam shelter memiliki port E1 yang dikoneksikan ke Port E1 BTS melalui DDF. Indoor unit juga mendapat suplai tegangan DC dari rectifier yang sama. Sedangkan Outdoor Unit menempel pada Antenna Microwave. Indoor Unit dan Outdoor unit terhubung menggunakan Coaxial Cable.
5. Antena Sectoral
berbentuk persegi panjang, terpasang pada tower dengan ketinggian tertentu berfungsi sebagai penghubung antara BTS dan HandPhone, ada dua type antenna sectoral, yaitu Monotype, biasa dipakai untuk daerah Rural dan Sub Urban dan Dual type untuk daerah Urban (daerah yg padat penduduk).
6. Antenna Microwave
bentuknya seperti genderang rebana yang menerima atau memancarkan gelombang radio dari BTS ke BSC atau dari BTS ke BTS lainnya.
7. Feeder
sekilas nampak seperti kabel besar, sebagai media rambatan gelombang radio antara BTS dan Antenna Sector. Ukuran ada yang 7/8, 1-5/8 atau ½.
8. Tower
beserta system pentanahannya;
Sebagai media penempatan/penginstalan antenna antenna dan feeder.
9. Shelter
berada di samping tower, tempat untuk menyimpan equipment (No.1 – 6).
Satu lagi,  Site Guard atau landlord, orang yang bertugas merawat dan membersihkan lokasi BTS. Hehehe.
bersambung.. (ngantuk)
Langganan:
Postingan (Atom)

